Meteor Bali Januari 2008 (lanjutan)
- Cekungan/kawah di Gianyar yang terbentuk pada 1 Januari 2008 kemungkinan besar memang dibentuk oleh tumbukan meteor.
- Meteor yang menumbuk kemungkinan besar berasal dari tipe akondrit, yang kaya akan silikat.
- Meteor jatuh menumbuk dengan kecepatan 76 m/detik; massa 2,094 kg; energi tumbukan 6,055.103 Joule dan berasal dari utara (azimuth 350°) dengan ketinggian awal 45o.
- Meteor tersebut kemungkinan besar berasal dari meteoroid berdiameter 77 cm dengan massa awal 956 kg, kecepatan awal 20 km/detik dan energi awal 0,05 kiloton TNT (1,912.1011 Joule). Meteoroid ini semula beredar mengelilingi Matahari secara prograde dengan orbit ellips (eksentrisitas = 0,611).
- Saat memasuki atmosfer Bumi, meteoroid tersebut terbakar menjadi fireball/bolide dengan magnitude visual » –8 dan diikuti dengan sonic boom. Meteor tidak mengalami fragmentasi di atmosfer dan dengan demikian juga tidak meledak di atmosfer. Meteor mulai menjalani darkflight sejak ketinggian 9,85 km.
- Saat menumbuk Bumi, terbentuk kawah tumbukan bertipe simple crater dengan estimasi volume ejecta 0,0841 m3. Tidak terbentuk lelehan dan juga lensa breksi. Estimasi distribusi ejecta menunjukkan pada jarak 1 m saja dari cincin kawah, ketebalan ejecta tinggal 0,5 cm. Sehingga tumbukan relatif tidak menghasilkan hamburan material yang berarti ke sekelilingnya.
Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Sumber:
TUMBUKAN METEOR GIANYAR, BALI, INDONESIA
1 JANUARI 2008 00:30 WITA
M. Ma’rufin Sudibyo
Rukyatul Hilal Indonesia






Leave a Reply